Tuesday, October 18, 2011

Obsesi Cinta


The Obsession Of Love
Friday, May 19, 2006

Chapter 1

Suatu saat dimana sebuah cerita tentang cinta datang dan pergi begitu saja.Seorang anak adam kembali membuat sebuah cerita tentang cinta.
           
            Pertama kalinya!.Seorang anak adam yang bernama Putra bertemu dengan belahan jiwanya yang bernama rani.Mereka bertemu dalam sebuah kendaraan umum menuju suatu tempat.Mereka bertemu hanya dalam hitungan detik yang kemudian hilang begitu saja.
            Saat itu Putra adalah seorang pelajar yang sedang dalam tahap peningkatan jenjang pendidikan menuju SMA.Ia memiliki kecerdasan yang lebih diantara kebanyakan anak pada umumnya, hanya saja ia memiliki kebiasaan buruk yang membuat dirinya sulit untuk cepat beradaptasi dengan lingkungan disekitarnya.
            Dalam pencariannya untuk mendapatkan SMA yang berkualitas dan tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya.Akhiranya ia mendapatkan SMA Negeri yang tidak terlalu bergengsi tetapi cukup berkualitas di daerah Petukangan Selatan.Mengingat beberapa alasan yang membuatnya pasrah.
            Putra, ketika itu merupakan kali pertamanya menjejakkan kakinya di Sekolah Menengah Atas.Dengan perasaan tegang, ia memasuki halaman sekolah dengan perlahan hingga bertemu dengan teman yang dikenalnya.Setelah beberapa saat berbincang ia melihat sesosok wanita yang belakangan diketahui bernama Rani.
            Sesaat ia terkejut karena masih merasa canggung dan berusaha mengingat kejadian – kejadian yang pernah dilaluinya.Ia menutup matanya sejenak dan kembali mengingat bayangan demi bayangan yang ada dibenaknya, akhirnya ia teringat bahwa Rani adalah wanita yang pernah dilihatnya di suatu kendaraan umum.
            Entah apakah itu takdir dari Yang Maha kuasa atau hanya kebetulan saja yang membuatnya bertemu.Walaupun ia merasa sudah pernah bertemu dengan Rani, ia sangat merasa malu untuk berkenalan dan  bertegur sapa.Ia masih menganggap bahwa Tuhan telah mempertemukannya dan apabila memang sudah jodoh maka jodoh itu tidak akan pergi kemana – mana.
            Tetapi, hari demi hari dilaluinya dengan sedikit perubahan yang tidak berarti dan jauh dari apa yang telah diharapkan sebelumnya.Salah satu temannya yang bernama Syah ternyata lebih cepat melakukan gerakan dalam mengambil hati Rani.Mereka menjadi lebih dekat seiring dengan waktu yang berjalan cepat.
            Walaupun mereka sudah sangat dekat sampai banyak beredar kabar – kabar burung yang mengatakan mereka telah memiliki hubungan yang lebih dari sekedar teman dekat.Namun, kenyataannya Syah telah memiliki hubungan dengan wanita yang lain tanpa diketahui oleh Rani.Ia pun mulai menjauhi Rani secara perlahan.

            Setelah Rani mengetahui berita tersebut, ia pun langsung merasa dikhianati dan segera memilih teman terdekat disekitarnya untuk dijadikan sebagai pelarian hati yang terbakar.Sementara itu putra masih dengan kebodohannya dengan berpura – pura tidak mengetahui hal tersebut.Ia masih belum sadar akan kelakuannya yang seperti anak – anak.
            Enam bulan telah berlalu dan hubungan dengan Rani mulai ada sedikit perkembangan.pada saat perayaan Tahun Baru 2003 Putra bersama dengan temannya yang bernama Ridwan datang bertamu ke rumahnya Rani.Walaupun hubungan mereka belum terlalu dekat, Putra memberanikan diri bertemu dengan Rani.
            Mulai saat itu Obsessi Putra untuk dapat menarik hati Rani naik berlipat ganda dari sebelumnya ia tidak berani untuk membuka perasaannya, kemudian ia mulai menjadi berani memberitahu perasaannya kepada teman -teman disekitarnya.Saat itulah perjuangan cinta sang Putra menjadi serius.
            Hubungan dengan Ranipun sudah mencapai pendekatan tingkat dua meskipun Rani masih memiliki kekasih, perjuangan Putra tetap kukuh karena ia memiliki paham yang berbunyi “Semua Masih Milik Bersama Sebelum Janur Kuning atau Batu Nisan Berdiri”.Hingga pada bulan Januari, Rani kembali menjadi seorang wanita yang bebas dari ikatan cinta orang lain  (JOMBLO).
            Ketika Putra mengetahui hal tersebut.Hasratnya untuk mendapatkan cinta dari Rani kembali berkobar hingga hatinya telah ditutup untuk yang lain dan hanya terbuka lebar untuk Rani seorang.Kedekatanpun terjadi dan Putra merasakan cinta dalam dirinya untuk pertama kali.
            Putra yang saat itu masih lugu dalam dunia percintaan berbeda dengan Rani yang sudah berpengalaman.Putra merasa tabu akan perasaan yang dialami, ia masih ragu untuk menetapkan perasaannya hanya pada seorang wanita karena Rani mempunyai teman yang membuat Putra menjadi sedikit membagi hatinya.
            Dan ketika puncak dari pendekatan yang selama ini dilakukan oleh Putra.Rani bertanya tentang sesuatu hal yang membuat Putra menjadi gugup dan salah mengeluarkan kata-kata sehingga Rani menjadi geram yang membuat perasaannya berubah total.
            Disamping itu, Putra yang menjadi merasa kesal dan bersalah karena ucapannya yang ceroboh, serta karena tekanan dari Ridwan.Ia dipaksa untuk menyatakan perasaannya kepada Rani, meskipun ia tahu bahwa cintannya tidak akan diterima oleh Rani.Akhiranya, saat itu juga ia menyatakan perasaannya kepada Rani dengan perantara telepon.Dan seperti yang sudah dibayangkan olehnya.Rani hanya ingin menjadikan Putra sebagai teman dan tidak lebih.
            Walaupun ia sudah mengetahui apa yang akan terjadi tetapi rasa kecewa yang mendalam tetap saja ada ketika ia mendengar kata – kata yang diucapkan oleh Rani.Ia langsung menyerahkan telepon yang digenggamnya kepada Ridwan.Hatinya hancur berkeping-keping dan tubuhnya pun lemas ketika mendengar kata itu.


            Kepercayaan diri telah hilang darinya, yang ada hanyalah perasaan kecewa dan penyesalan yang menghantui setiap detiknya.Mulai saat itu, ia berjanji tidak akan bertemu dan tidak ingin mengenal dengan wanita yang telah membuat kekecewaan dalam hidupnya.
            Namun, keadaan seperti itu tidak bertahan lama.Putra kembali memiliki kepercayaan diri dan segera melakukan perbaikan hubungan dengan Rani.Mereka menjadi dekat lagi seperti sebelumnya, kali ini ia akan mengungkapkan rasa hatinya tanpa paksaan dan perantara dari siapapun.Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melakukan itu semua.
            Sayangnya, Putra masih sangat takut untuk menghadapi kenyataan apabila hal yang sama terjadi lagi.Kedekatan tersebut berlangsung cukup lama sampai ia berpikir bahwa Rani sudah merubah perasaannya karena terlalu lama menunggu kepastian darinya.
            Tetapi ia tetap ingin berada didekat Rani karena ia masih sangat terobsessi padanya.Hingga pada suatu hari Rani mengkhianati ketulusan cinta Putra dan berpaling untuk menerima cinta dari laki-laki lain.ketika ia mengetahui hal tersebut ia mulai merasa kesal yang membawa jiwanya menuju kegelapan yang menghancurkan hati nuraninya.
            Putra, saat itu sedang berusaha meyakinkan perasaan hatinya kepada Rani tiba-tiba mengalami benturan dasyat yang membuatnya menjadi kalap.Hingga pada suatu malam, Putra mengirimkan beberapa pesan emosi dengan ponselnya yang isinya sangat menyakitkan hati Rani.Karena hatinya tertutup dengan perasaan kesal, ia tidak memikirkan lagi dengan apa yang akan terjadi akibat perbuatannya itu.
            Pada suatu hari disekolahnya, Putra dipanggil untuk menemui seorang kakak kelas yang ternyata dia adalah kekasih barunya Rani.Lelaki itu bernama Jek ager-ager.Putra dipanggilnya dengan alasan telah menggunakan namanya sembarangan.Mulai saat itu, Putra sangat membenci dua sejoli itu serta teman-teman mereka yang dipikir oleh Putra telah mendukung kejadian tersebut.
            Tibalah saatnya untuk Perang Dingin dimulai.Selama hampir dua tahun kebencian menyelimuti Putra dan tanpa komunikasi apapun dengan Rani.Putra selalu berusaha menghindari pertemuan-pertemuan yang disengaja atau tidak disengaja dengan Rani.Mereka sudah seperti air dengan minyak dalam tempat yang berbeda.Orang-orang disekitarnya menganggap mereka adalah dua orang yang tidak saling kenal, mereka adalah dua orang yang selalu egois untuk memulai suatu komunikasi kecil.
            Meskipun demikian putra masih sangat berambisi untuk memiliki Rani, sehingga ia sabar menunggu mukzijat dari Yang Maha kuasa untuk memberikan setitik cahayaNya agar hubungan yang telah lama terkubur dapat kembali bangkit dan hidup dalam kengahatan cinta.
            Menjalani keseharian hidup dengan siksaan batin yang luar biasa telah dialami oleh Putra selama kurang lebih satu tahun.Sepertinya cinta telah pergi darinya dan Putra hanya dapat berdoa dan berdoa.Akhiranya doa-doa yang telah lama dipanjatkan oleh Putra terkabul juga.Rani memutuskan kekasihnya beberapa hari sebelum kekasihnya itu angkat kaki dari sekolah, karena suatu alasan dari Rani.
Putra yang sudah mulai terbiasa dengan keadaan seperti Perang Dingin tersebut, seakan-akan ada yang membisikan hati kecilnya untuk kembali mengejar Rani.Ia mulai membuka hatinya untuk melihat keadaan sekitar.Setiap kali ia melihat Rani, ia merasa ada percikan kecil dalam hatinya yang siap membakar semangat perjuangannya kembali.
            Kebimbangan kembali terjadi dalam hati dan jiwa Putra.Namun, hati kecil yang paling dalam mengatakan bahwa ia bisa mendapatkannya dengan usaha yang lebih besar lagi.Mempertimbangkan kehancuran hatinya telah terjadi dua kali maka ia akan mengambil tindakan dengan introspeksi dirinya dan merubah beberapa sikap yang seharusnya sudah ditinggalkannya sejak lama.
            Perasaan rindu yang hebat kembali menyerang meskipun kebencian masih sangat dalam menyelimuti.Dalam masa-masa akhir dibangku sekolah SMA, Putra sudah dapat merubah sikap dan mental yang dulu arogan, egois dan kekanak-kanakan.Ia mulai menjalani hidupnya dengan jalan yang lurus tanpa beban sedikitpun.Kehidupannya sangat damai dan menyenangkan walaupun hatinya telah meninggalkan kisah-kisah suka duka dan duka.
            Surga dunia seperti ada didepan mata dan tinggal menunggu waktu yang tepat untuk sampai padanya.Keberuntungan dan  rasa nyaman selalu ada didekatnya serta kebersamaanpun selalu menyertainya.Lalu, apakah yang terjadi kemudian?.Surga yang hampir digenggamnya terasa menjauh dan hilang begitu saja.
            Waktu-waktu kesendirian yang baru saja akan dinikmati oleh Putra sudah mulai terganggu dengan kembalinya Rani sedikit demi sedikit.Beberapa kali bertatap muka, mereka masih bersikap dingin satu sama lain.Namun, setelah Rani memberikan senyuman pertama hubungan itu segera membaik dengan sendirinya.
            Putra yang saat itu telah dalam keadaan baik mental maupun sikapnya, akhirnya dapat menerima hubungan itu untuk kembali menjadi baik.Beberapa kali Putra telah pergi kesekolah bersama dengan Rani.Putra  yang sudah tegar menghadapi Rani sebagai teman, akhirnya goyah seperti ada Roh yang memasuki dirinya untuk kembali terobsessi dengan Rani.
            Setiap hari ia hanya memikirkan Rani dan hampir setiap malam ia melakukan kontak dengan Rani menggunakan ponselnya.Rutinitas yang sudah dilakukannya menjadi berantakan.Putra lebih mengutamakan Rani dari pada segala hal yang ada didunia ini.Akhirnya segala yang ia kerjakan menjadi hancur berantakan sampai-sampai ia takut akan gagal di ujian akhir nanti, karena pikiranya tidak dapat berpikir dengan baik.
            Putra, samg pemuja Rani telah menganggapnya sebagai kekasihnya sendiri.Ia tidak sabar untuk segera melewati ketegangan ujian akhir nanti.Ia ingin menyatakan semua rasa hatinya kepada Rani karena perasaan tersebut sangat mengganggunya dalam belajar.Tiap malam hatinya selalu dihantui oleh kegundahan.



            Hingga pada suatu malam, ketika perasaan itu mencapai suatu titik dimana ia sudah tidak bisa lagi menahannya.Putra segera menghubungi Rani untuk membicarakan sesuatu hal.Awal pembicaraan hanyalah basa basi belaka, tetapi ketika percakapan tersebut sudah agak lama, Putra segera memulai bertanya yang membuat Rani menjadi bingung.
            Setelah Rani mulai bisa menangkap apa maksud dari obrolan yang dibicarakan Putra, ia mulai menaggapi apa yang ingin disampaikan oleh Putra.Rani hanya dapat tertawa kecil ketika Putra mengutarakan semua perasaan yang dirasakannya selama ini, karena disamping Rani menjadi seorang pendengar, ia juga menjadi ojek pembicaraan sehingga ia kesulitan untuk menjawab semua pertanyaan yang diberikan Putra.
            Perbincangan tersebut telah berakhir.Putra, sesaat setelah menutup telepon menyadari akan sebuah perasaan yang sangat lepas dari dirinya, seakan-akan obsessi selama tiga tahun yang menghantuinya pergi begitu saja.Ia merasa telah kembali pada perasaannya sebelum ia mengenal Rani.Putra sementara ini dapat berpikir dengan baik dan tidak selalu memikirkan Rani setiap saat.                        

( to be continuie…………………………………………………………………………)

Chapter 2
date : Saturday,19 may 2007