The Obsession Of Love
Friday, May 19, 2006
Chapter
1
Suatu
saat dimana sebuah cerita tentang cinta datang dan pergi begitu saja.Seorang
anak adam kembali membuat sebuah cerita tentang cinta.
Pertama kalinya!.Seorang anak adam
yang bernama Putra bertemu dengan belahan jiwanya yang bernama rani.Mereka
bertemu dalam sebuah kendaraan umum menuju suatu tempat.Mereka bertemu hanya
dalam hitungan detik yang kemudian hilang begitu saja.
Saat itu Putra adalah seorang
pelajar yang sedang dalam tahap peningkatan jenjang pendidikan menuju SMA.Ia
memiliki kecerdasan yang lebih diantara kebanyakan anak pada umumnya, hanya
saja ia memiliki kebiasaan buruk yang membuat dirinya sulit untuk cepat
beradaptasi dengan lingkungan disekitarnya.
Dalam pencariannya untuk mendapatkan
SMA yang berkualitas dan tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya.Akhiranya ia
mendapatkan SMA Negeri yang tidak terlalu bergengsi tetapi cukup berkualitas di
daerah Petukangan Selatan.Mengingat beberapa alasan yang membuatnya pasrah.
Putra, ketika itu merupakan kali
pertamanya menjejakkan kakinya di Sekolah Menengah Atas.Dengan perasaan tegang,
ia memasuki halaman sekolah dengan perlahan hingga bertemu dengan teman yang
dikenalnya.Setelah beberapa saat berbincang ia melihat sesosok wanita yang belakangan
diketahui bernama Rani.
Sesaat ia terkejut karena masih
merasa canggung dan berusaha mengingat kejadian – kejadian yang pernah
dilaluinya.Ia menutup matanya sejenak dan kembali mengingat bayangan demi
bayangan yang ada dibenaknya, akhirnya ia teringat bahwa Rani adalah wanita
yang pernah dilihatnya di suatu kendaraan umum.
Entah apakah itu takdir dari Yang
Maha kuasa atau hanya kebetulan saja yang membuatnya bertemu.Walaupun ia merasa
sudah pernah bertemu dengan Rani, ia sangat merasa malu untuk berkenalan
dan bertegur sapa.Ia masih menganggap
bahwa Tuhan telah mempertemukannya dan apabila memang sudah jodoh maka jodoh
itu tidak akan pergi kemana – mana.
Tetapi, hari demi hari dilaluinya
dengan sedikit perubahan yang tidak berarti dan jauh dari apa yang telah
diharapkan sebelumnya.Salah satu temannya yang bernama Syah ternyata lebih
cepat melakukan gerakan dalam mengambil hati Rani.Mereka menjadi lebih dekat
seiring dengan waktu yang berjalan cepat.
Walaupun mereka sudah sangat dekat
sampai banyak beredar kabar – kabar burung yang mengatakan mereka telah
memiliki hubungan yang lebih dari sekedar teman dekat.Namun, kenyataannya Syah
telah memiliki hubungan dengan wanita yang lain tanpa diketahui oleh Rani.Ia
pun mulai menjauhi Rani secara perlahan.
Setelah Rani mengetahui berita
tersebut, ia pun langsung merasa dikhianati dan segera memilih teman terdekat
disekitarnya untuk dijadikan sebagai pelarian hati yang terbakar.Sementara itu
putra masih dengan kebodohannya dengan berpura – pura tidak mengetahui hal
tersebut.Ia masih belum sadar akan kelakuannya yang seperti anak – anak.
Enam bulan telah berlalu dan
hubungan dengan Rani mulai ada sedikit perkembangan.pada saat perayaan Tahun
Baru 2003 Putra bersama dengan temannya yang bernama Ridwan datang bertamu ke
rumahnya Rani.Walaupun hubungan mereka belum terlalu dekat, Putra memberanikan
diri bertemu dengan Rani.
Mulai saat itu Obsessi Putra untuk
dapat menarik hati Rani naik berlipat ganda dari sebelumnya ia tidak berani
untuk membuka perasaannya, kemudian ia mulai menjadi berani memberitahu
perasaannya kepada teman -teman disekitarnya.Saat itulah perjuangan cinta sang
Putra menjadi serius.
Hubungan dengan Ranipun sudah
mencapai pendekatan tingkat dua meskipun Rani masih memiliki kekasih, perjuangan
Putra tetap kukuh karena ia memiliki paham yang berbunyi “Semua Masih Milik
Bersama Sebelum Janur Kuning atau Batu Nisan Berdiri”.Hingga pada bulan
Januari, Rani kembali menjadi seorang wanita yang bebas dari ikatan cinta orang
lain (JOMBLO).
Ketika Putra mengetahui hal
tersebut.Hasratnya untuk mendapatkan cinta dari Rani kembali berkobar hingga
hatinya telah ditutup untuk yang lain dan hanya terbuka lebar untuk Rani
seorang.Kedekatanpun terjadi dan Putra merasakan cinta dalam dirinya untuk
pertama kali.
Putra yang saat itu masih lugu dalam
dunia percintaan berbeda dengan Rani yang sudah berpengalaman.Putra merasa tabu
akan perasaan yang dialami, ia masih ragu untuk menetapkan perasaannya hanya
pada seorang wanita karena Rani mempunyai teman yang membuat Putra menjadi
sedikit membagi hatinya.
Dan ketika puncak dari pendekatan
yang selama ini dilakukan oleh Putra.Rani bertanya tentang sesuatu hal yang
membuat Putra menjadi gugup dan salah mengeluarkan kata-kata sehingga Rani
menjadi geram yang membuat perasaannya berubah total.
Disamping itu, Putra yang menjadi
merasa kesal dan bersalah karena ucapannya yang ceroboh, serta karena tekanan
dari Ridwan.Ia dipaksa untuk menyatakan perasaannya kepada Rani, meskipun ia
tahu bahwa cintannya tidak akan diterima oleh Rani.Akhiranya, saat itu juga ia
menyatakan perasaannya kepada Rani dengan perantara telepon.Dan seperti yang
sudah dibayangkan olehnya.Rani hanya ingin menjadikan Putra sebagai teman dan
tidak lebih.
Walaupun ia sudah mengetahui apa
yang akan terjadi tetapi rasa kecewa yang mendalam tetap saja ada ketika ia
mendengar kata – kata yang diucapkan oleh Rani.Ia langsung menyerahkan telepon
yang digenggamnya kepada Ridwan.Hatinya hancur berkeping-keping dan tubuhnya
pun lemas ketika mendengar kata itu.
Kepercayaan diri telah hilang
darinya, yang ada hanyalah perasaan kecewa dan penyesalan yang menghantui
setiap detiknya.Mulai saat itu, ia berjanji tidak akan bertemu dan tidak ingin
mengenal dengan wanita yang telah membuat kekecewaan dalam hidupnya.
Namun, keadaan seperti itu tidak
bertahan lama.Putra kembali memiliki kepercayaan diri dan segera melakukan
perbaikan hubungan dengan Rani.Mereka menjadi dekat lagi seperti sebelumnya,
kali ini ia akan mengungkapkan rasa hatinya tanpa paksaan dan perantara dari
siapapun.Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melakukan itu semua.
Sayangnya, Putra masih sangat takut
untuk menghadapi kenyataan apabila hal yang sama terjadi lagi.Kedekatan
tersebut berlangsung cukup lama sampai ia berpikir bahwa Rani sudah merubah
perasaannya karena terlalu lama menunggu kepastian darinya.
Tetapi ia tetap ingin berada didekat
Rani karena ia masih sangat terobsessi padanya.Hingga pada suatu hari Rani
mengkhianati ketulusan cinta Putra dan berpaling untuk menerima cinta dari
laki-laki lain.ketika ia mengetahui hal tersebut ia mulai merasa kesal yang
membawa jiwanya menuju kegelapan yang menghancurkan hati nuraninya.
Putra, saat itu sedang berusaha
meyakinkan perasaan hatinya kepada Rani tiba-tiba mengalami benturan dasyat yang
membuatnya menjadi kalap.Hingga pada suatu malam, Putra mengirimkan beberapa
pesan emosi dengan ponselnya yang isinya sangat menyakitkan hati Rani.Karena
hatinya tertutup dengan perasaan kesal, ia tidak memikirkan lagi dengan apa
yang akan terjadi akibat perbuatannya itu.
Pada suatu hari disekolahnya, Putra
dipanggil untuk menemui seorang kakak kelas yang ternyata dia adalah kekasih
barunya Rani.Lelaki itu bernama Jek ager-ager.Putra dipanggilnya dengan alasan
telah menggunakan namanya sembarangan.Mulai saat itu, Putra sangat membenci dua
sejoli itu serta teman-teman mereka yang dipikir oleh Putra telah mendukung
kejadian tersebut.
Tibalah saatnya untuk Perang Dingin
dimulai.Selama hampir dua tahun kebencian menyelimuti Putra dan tanpa
komunikasi apapun dengan Rani.Putra selalu berusaha menghindari
pertemuan-pertemuan yang disengaja atau tidak disengaja dengan Rani.Mereka
sudah seperti air dengan minyak dalam tempat yang berbeda.Orang-orang
disekitarnya menganggap mereka adalah dua orang yang tidak saling kenal, mereka
adalah dua orang yang selalu egois untuk memulai suatu komunikasi kecil.
Meskipun demikian putra masih sangat
berambisi untuk memiliki Rani, sehingga ia sabar menunggu mukzijat dari Yang
Maha kuasa untuk memberikan setitik cahayaNya agar hubungan yang telah lama
terkubur dapat kembali bangkit dan hidup dalam kengahatan cinta.
Menjalani keseharian hidup dengan
siksaan batin yang luar biasa telah dialami oleh Putra selama kurang lebih satu
tahun.Sepertinya cinta telah pergi darinya dan Putra hanya dapat berdoa dan
berdoa.Akhiranya doa-doa yang telah lama dipanjatkan oleh Putra terkabul
juga.Rani memutuskan kekasihnya beberapa hari sebelum kekasihnya itu angkat
kaki dari sekolah, karena suatu alasan dari Rani.
Putra
yang sudah mulai terbiasa dengan keadaan seperti Perang Dingin tersebut,
seakan-akan ada yang membisikan hati kecilnya untuk kembali mengejar Rani.Ia
mulai membuka hatinya untuk melihat keadaan sekitar.Setiap kali ia melihat
Rani, ia merasa ada percikan kecil dalam hatinya yang siap membakar semangat
perjuangannya kembali.
Kebimbangan kembali terjadi dalam
hati dan jiwa Putra.Namun, hati kecil yang paling dalam mengatakan bahwa ia
bisa mendapatkannya dengan usaha yang lebih besar lagi.Mempertimbangkan
kehancuran hatinya telah terjadi dua kali maka ia akan mengambil tindakan
dengan introspeksi dirinya dan merubah beberapa sikap yang seharusnya sudah
ditinggalkannya sejak lama.
Perasaan rindu yang hebat kembali
menyerang meskipun kebencian masih sangat dalam menyelimuti.Dalam masa-masa
akhir dibangku sekolah SMA, Putra sudah dapat merubah sikap dan mental yang
dulu arogan, egois dan kekanak-kanakan.Ia mulai menjalani hidupnya dengan jalan
yang lurus tanpa beban sedikitpun.Kehidupannya sangat damai dan menyenangkan
walaupun hatinya telah meninggalkan kisah-kisah suka duka dan duka.
Surga dunia seperti ada didepan mata
dan tinggal menunggu waktu yang tepat untuk sampai padanya.Keberuntungan
dan rasa nyaman selalu ada didekatnya
serta kebersamaanpun selalu menyertainya.Lalu, apakah yang terjadi
kemudian?.Surga yang hampir digenggamnya terasa menjauh dan hilang begitu saja.
Waktu-waktu kesendirian yang baru
saja akan dinikmati oleh Putra sudah mulai terganggu dengan kembalinya Rani
sedikit demi sedikit.Beberapa kali bertatap muka, mereka masih bersikap dingin
satu sama lain.Namun, setelah Rani memberikan senyuman pertama hubungan itu
segera membaik dengan sendirinya.
Putra yang saat itu telah dalam
keadaan baik mental maupun sikapnya, akhirnya dapat menerima hubungan itu untuk
kembali menjadi baik.Beberapa kali Putra telah pergi kesekolah bersama dengan
Rani.Putra yang sudah tegar menghadapi
Rani sebagai teman, akhirnya goyah seperti ada Roh yang memasuki dirinya untuk
kembali terobsessi dengan Rani.
Setiap hari ia hanya memikirkan Rani
dan hampir setiap malam ia melakukan kontak dengan Rani menggunakan
ponselnya.Rutinitas yang sudah dilakukannya menjadi berantakan.Putra lebih
mengutamakan Rani dari pada segala hal yang ada didunia ini.Akhirnya segala
yang ia kerjakan menjadi hancur berantakan sampai-sampai ia takut akan gagal di
ujian akhir nanti, karena pikiranya tidak dapat berpikir dengan baik.
Putra, samg pemuja Rani telah
menganggapnya sebagai kekasihnya sendiri.Ia tidak sabar untuk segera melewati
ketegangan ujian akhir nanti.Ia ingin menyatakan semua rasa hatinya kepada Rani
karena perasaan tersebut sangat mengganggunya dalam belajar.Tiap malam hatinya
selalu dihantui oleh kegundahan.
Hingga pada suatu malam, ketika
perasaan itu mencapai suatu titik dimana ia sudah tidak bisa lagi
menahannya.Putra segera menghubungi Rani untuk membicarakan sesuatu hal.Awal
pembicaraan hanyalah basa basi belaka, tetapi ketika percakapan tersebut sudah
agak lama, Putra segera memulai bertanya yang membuat Rani menjadi bingung.
Setelah Rani mulai bisa menangkap
apa maksud dari obrolan yang dibicarakan Putra, ia mulai menaggapi apa yang
ingin disampaikan oleh Putra.Rani hanya dapat tertawa kecil ketika Putra
mengutarakan semua perasaan yang dirasakannya selama ini, karena disamping Rani
menjadi seorang pendengar, ia juga menjadi ojek pembicaraan sehingga ia
kesulitan untuk menjawab semua pertanyaan yang diberikan Putra.
Perbincangan tersebut telah
berakhir.Putra, sesaat setelah menutup telepon menyadari akan sebuah perasaan
yang sangat lepas dari dirinya, seakan-akan obsessi selama tiga tahun yang
menghantuinya pergi begitu saja.Ia merasa telah kembali pada perasaannya
sebelum ia mengenal Rani.Putra sementara ini dapat berpikir dengan baik dan
tidak selalu memikirkan Rani setiap saat.
( to be
continuie…………………………………………………………………………)
Chapter
2
date
: Saturday,19 may 2007