Tuesday, October 18, 2011
Mimpi Kehidupan
Dream Life
Saat ini kehidupan ku terasa hampa tak ada yang bisa membuatku merasa lebih baik. Setiap hariku terasa menyiksa bagaikan batu karang di tengah lautan samudra yang tak berujung. Semangat kehidupan telah hilang dalam diriku, hanya tersisa kenangan yang indah dan yang menyesakkan. Dahulu, hidupku terasa berwarna bagai pelangi di kala hujan rintik-rintik.
Mungkinkah..mungkinkah hidupku akan seperti ini selamanya atau suatu saat nanti akan menjadi lebih berarti.Tuhan berikan hambamu ini petunjuk yang dapat ku tempuh dengan segnap kemampuanku.Jauh dalam hatiku engkau selalu ada mendukug setiap langkah-langkah ku.Aku percaya bahwa kehidupan adalah lingkaran yang selalu berputar manakala didalamnya terdapat bentuk-bentuk lain sesuai dengan lingkungannya.
Setiap hari kurasakan perbedaan yang tk begitu berarti, mungkin dengan perubahan yang hanya sedikit demi sedikit ini aku bisa merubah sebuah haluan menjadi yang kuinginkan.Apabila semua ini benar maka kehidupan bukanlah jalan yang lurus melainkan roda yang berputar tanpa henti dan menuju suatu persinggahan.Bukankah dunia ini bulat? Tidak!!.Bumi ini berbentuk elips yang mungkin pada bagian tupulnya terdapat suatu jalur curam yang membuatnya tetap berputar menuju suatu tempat yang tidak terjamah.
Hari ini, sepertinya aku melihat suatu cahaya yang putih, yang dapat menerangkan jalanku kepada suatu perjalanan.Semangat yang sepertinya telah punah seakan-akan kembali sedikit demi sedikit.Dia telah membuatku tersenyum kembali pada senyuman yang telah lama hilang.Mungkinkah? dia akan menjadi malaikat untu menerangkan jalanku atau hanya mimpi yang telah kembali.Saat ini kegundahan akan menyelimutiku untuk beberapa waktu kedepaan.Roda ini berada dalam jalan yang belum pasti.
Kehidupan, setiap hari semakin menyakitkan tak ada yang bisa memberi harapan dan semangat hanya kesendirian yang kurasakan.Waktu terasa begitu cepat, sudah kucoba untuk menghiraukan masa lalu namun hanya beberapa bagian yang dapat di lepaskan, sebagian besar bayang – bayangnya masih menghantuiku.Hidup, apalah arti sebuah tujuan? Kemanakah akan ku berjalan? Bisakah ku terbang untuk menghindari semua hambatan atau habatanlah yang akan menjadi warna dalam hidupku?
Detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun seakan-akan berulang setiap kejadiannya.Beberapa kali kurasakan situasi yang sama pada waktu yang sama, mungkinkah ini suatu petunjuk untuk kucari jalan yang tidak telihat ataukah hanya kebetulan yang terjadi berulang-ulang.Bila sesuatu berjalan menuju suatu arah ia akan berguling dan mendapatkan permukaan yang seakan-akan sama namun berbeda.
Apakah kehidupan ini seperti bumi yang berputar? Bertumpu pada satu poros dan menemui kejadian-kejadian yang hampir sama seperti yang terjadi sebelumnya namun berbeda pada akhirnya.Pada akhirnya nanti mungkin akan terlihat semua yang terjadi, semua yang tidak ku ketahui, yang tidak kumengerti dan semua yang ada dalam pikiranku dapat terjawab dengan bukti dan alasan yang sebenar-benarnya.
Hari ini, kumerasa hilang tak ada yang bisa membuatku tetap pada jalan ku.Mungkin aku harus kebali mencari jati diri yang tak pernah ada tapi apakah ada sesuatu yang membuatku meyakini setiap jalan yang kutempuh?.Bila aku harus membiarkan semua, menjadi apa yang tidak pernah aku pikirkan dan mungkin itu semua hanyalah godaan semata untuk ku bertahan, dalam waktu yang singkat ini.
Mengapa aku harus begini? Tak ada yang bisa mengertiku dalam setiap jalan yang kupilih.Apabila semua ini tetap begini, mungkinkah aku akan dapat bertahan untuk tetap melanjutkan kehidupanku?.Tuhan,, warna apa yang Kau berikan kepada ku, berikanlah warna-warni dalam hidupku ini ya Tuhan agar aku dapat merasakan semua yang Engkau ciptakan dalam dunia ini, meskipun dalam dunia yang berbeda Engkau ciptakan.
Kemarin, telah kutemukan sedikit cahaya kehidupan dimana terdapat kebahagiaan, cinta, kasih sayang dan ketulusan dalam memberi. Namun semua itu bagaikan pasir di tepi pantai yang ada untuk sesaat saja, kemudian hilang tersapu ombak.Hatiku, jiwaku seakan-akan tergoncang oleh kekuatan ombak yang membawaku pada suatu pelabuhan.Pelabuhan yang penuh dengan kesunyian dan cahaya yang tidak gelap juga tidak terang.
Aku telah berusaha mendambakan hatiku pada seseorang yang semenjak dahulu telah kupupuskan harapan padanya, semua ini terasa sangat berat. Hari demi hari kulewati bersamanya, ada bahagia dan kedekatan tapi apalah arti tanpa rasa? Rasa yang kucari selama ini tidak ada pada dirinya namun setiap kali bersamanya yang kurasa hanyalah perih dalam hati yang menusuk kedalam jiwa.Ingin kutangisi semua ini namun ku tak bisa.
Sakit ini.... menyiksa sekali, mungkin dia tidak tahu apa yang kurasakan tapi apa yang salah dengan merasakan sakit? Aku akan bisa merasa bahagia suatu hari nanti.Aku tidak mengharapkannya tetapi mengapa terasa begitu menyiksa ketika berada di dekatnya? Aku mugkin menyadari bahwa sakit yang kurasakan adalah sama dengan keindahan yang pernah kualami.Tuhan hanyalah engkau yang dapat membuat jalan untuk roda-roda ini, buatlah jalan yang indah dalam hidupku dengan warna-warni yang menghiasi seluruh perjalananku.
Entah apa yang kurasakan kini, kepedihan setiap saat ini membuatku resah untuk berpikir, berbuat, serta berhayalpun aku tak mampu lagi.Aku tidak mengerti mengapa yang kurasakan kini sangatlah perih walaupun kebahagian yang kurasakan tidak seberapa.”i’m realy on deep stressfull” , sampai kapankah ini akan terjadi? Waktu yang kumiliki mungkin tidak banyak lagi, ataukah masih banyak waktu untuk aku nanti mendapatkan kebahagian sejati? Akan kucoba menikmati kepedihan ini, Tuhan berilah aku kekuatan untuk bertahan terus.
Pagi ini, aku merasa buta akan pikiran, perasaan dan jiwa yang kosong. Dua hari ini aku akan berada jauh darinya, aku takutkan kepedihan yang datang saat matahari tenggelam nanti. Mungkin dia telah tahu apa yang kurasa tapi apa yang bisa ia perbuat? Hanyalah berkata dan berada didekatku saja itu sudah cukup untuk membuatku tenang, tetapi tidaklah membuatku bahagia. Aku tahu ada sebuah kebahagian dalam ketenanganku namun aku takut untuk meraihnya karena begitu berat untuk masuk kedalamnya.
Kepedihan hanyalah sesaat begitu juga dengan kesenangan namun kebahagian yang kekal dalam hidup sangatlah sulit untuk diraih. Untuk mendapatkan kebahagiaan aku harus merasakan penderitaan yang berat agar sesuatu yang kuinginkan menjadi kebahagian yang kekal, sama halnya dengan keseimbangan dalam hidup.Didalam penderitaan terdapat kebhagian begitu juga sebaliknya. Hidup hanyalah sebuah ruang dan waktu.
Sesaat, setelah ku mendengar kawan-kawanku berbicara tentang ku.Jiwa ini goyah, kekuatan yang selama ini telah ku pertahankan menjadi tidak berarti, Kegundahan yang datang sesaat begitu dasyat.Namun itu hanyalah sesaat, aku berusaha agar semua yang kudengar dapat berlalu, tapi siapa yang tahu esok hari atau waktu yang akan datang.Bisakah semua ini berjalan sesuai dengan yang kuharapakan, atau hanya menunggu untuk penyesalan berikutnya??