Tuesday, January 25, 2011

Love Story


Aku dan Kamu Selalu bersama


aku ..... kamu,


aku ...... kamu,


kita kan selalu bersama...



Mengapa dunia ini selalu saja menghentikan langkah kita,
Di dalam hatiku ada kamu dan hanyalah dirimu
Bila itu semua tak cukup maka seluruh jiwa dan raga hanyalah untukmu.

Hari ini, kumerasa hilang tak ada yang bisa membuatku tetap pada jalan ku.
Mungkin aku harus kembali mencari jati diri yang tak pernah ada
tapi apakah ada sesuatu yang membuatku meyakini setiap jalan yang kutempuh?.
Bila aku harus membiarkan semua,
menjadi apa yang tidak pernah aku pikirkan dan mungkin itu semua hanyalah godaan semata untuk ku bertahan,
dalam waktu yang singkat ini.

Mengapa aku harus begini?
Tak ada yang bisa mengertiku dalam setiap jalan yang kupilih.
Apabila semua ini tetap begini,
mungkinkah aku akan dapat bertahan untuk tetap melanjutkan kehidupanku?.
Tuhan,, warna apa yang Kau berikan kepada ku,
berikanlah warna-warni dalam hidupku ini ya Tuhan agar aku dapat merasakan semua yang Engkau ciptakan dalam dunia ini,
meskipun dalam dunia yang berbeda Engkau ciptakan.
Kemarin, telah kutemukan sedikit cahaya kehidupan dimana terdapat kebahagiaan, cinta, kasih sayang dan ketulusan dalam memberi.
Namun semua itu bagaikan pasir di tepi pantai yang ada untuk sesaat saja, kemudian hilang tersapu ombak.
Hatiku, jiwaku seakan-akan tergoncang oleh kekuatan ombak yang membawaku pada suatu pelabuhan.
Pelabuhan yang penuh dengan kesunyian dan cahaya yang tidak gelap juga tidak terang.

Aku telah berusaha mendambakan hatiku pada seseorang yang semenjak dahulu telah kupupuskan harapan padanya,
semua ini terasa sangat berat. Hari demi hari kulewati bersamanya,
ada bahagia dan kedekatan tapi apalah arti tanpa rasa?
Rasa yang kucari selama ini tidak ada pada dirinya namun setiap kali bersamanya yang kurasa hanyalah perih dalam hati yang menusuk kedalam jiwa.
Ingin kutangisi semua ini namun ku tak bisa.
Sakit ini.... menyiksa sekali, mungkin dia tidak tahu apa yang kurasakan tapi apa yang salah dengan merasakan sakit?
Aku akan bisa merasa bahagia suatu hari nanti.Aku tidak mengharapkannya tetapi mengapa terasa begitu menyiksa ketika berada di dekatnya?
Aku mugkin menyadari bahwa sakit yang kurasakan adalah sama dengan keindahan yang pernah kualami.
Tuhan hanyalah engkau yang dapat membuat jalan untuk roda-roda ini,
buatlah jalan yang indah dalam hidupku dengan warna-warni yang menghiasi seluruh perjalananku.

Entah apa yang kurasakan kini, kepedihan setiap saat ini membuatku resah untuk berpikir, berbuat, serta berhayalpun aku tak mampu lagi.
Aku tidak mengerti mengapa yang kurasakan kini sangatlah perih walaupun kebahagian yang kurasakan tidak seberapa.
”i’m realy on a deep stressfull” ,
sampai kapankah ini akan terjadi? Waktu yang kumiliki mungkin tidak banyak lagi,
ataukah masih banyak waktu untuk aku nanti mendapatkan kebahagian sejati? Akan kucoba menikmati kepedihan ini,
Tuhan berilah aku kekuatan untuk bertahan terus.
Pagi ini, aku merasa buta akan pikiran, perasaan dan jiwa yang kosong.
Dua hari ini aku akan berada jauh darinya, aku takutkan kepedihan yang datang saat matahari tenggelam nanti.
Mungkin dia telah tahu apa yang kurasa tapi apa yang bisa ia perbuat?
Hanyalah berkata dan berada didekatku saja itu sudah cukup untuk membuatku tenang, tetapi tidaklah membuatku bahagia.
Aku tahu ada sebuah kebahagian dalam ketenanganku namun aku takut untuk meraihnya karena begitu berat untuk masuk kedalamnya.

Kepedihan hanyalah sesaat begitu juga dengan kesenangan namun kebahagian yang kekal dalam hidup sangatlah sulit untuk diraih.
Untuk mendapatkan kebahagiaan aku harus merasakan penderitaan yang berat agar sesuatu yang kuinginkan menjadi kebahagian yang kekal,
sama halnya dengan keseimbangan dalam hidup.Didalam penderitaan terdapat kebhagian begitu juga sebaliknya.
"Hidup hanyalah sebuah ruang dan waktu."


Sore demo, boku wa kimi no kotto mamori tsuzuketai
Meskipun begitu, aku akan tetap melindungimu...

Dengan kita bergenggaman, semua akan baik-baik saja...